Ustadz Baasyir: SMS Ancaman Bom dan Racun Sianida Kerjaan Intel Polisi

Baasyir: SMS Ancaman Bom dan Racun Sianida Kerjaan Intel Polisi

JAKARTA– Dari televisi yang ada di dalam tahanan, Abu Bakar Baasyir mengikuti perkembangan kasus terorisme terakhir, termasuk beredarnya layanan pesan singkat atau SMS berinisi ancaman ledakan di 36 titik di hari vonisnya dan rencana meracuni polisi dengan racun sianida oleh kelompok Poso.

Asisten Baasyir di Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Jawa Tengah, Hasyim Abdullah menyebut Abu Bakar Baasyir menilai SMS gelap tersebut adalah hasil kerja intelejen kepolisian. Lagipula, Baasyir sangat tidak setuju jika Indonesia dijadikan medan perang. Dan rencana racun sianida tersebut adalah pengakuan polisi sepihak.

“Pak Ustadz sama sekali tidak percaya SMS ancaman bom sama racun sianida itu. Itu bohong, itu kerjaan intel. Masa’ mau ngebom bilang-bilang, kan aneh,” ujar Hasyim.

“Ustadz sudah bilang, kalau di Sulawesi Tengah itu tidak ada JAT,” imbuhnya.

Adapun sejumlah materi persidangan, juga hasil rekayasa.

“Banyak hal yang diragukan. Ustadz Abu sudah punya testimoni yang jadi tersangka perampokan Bank CIMB, Chairul Gazali bilang dia dipaksa mengaku sama polisi. Itu sudah diajukan ke pengadilan, tapi tidak dilihat sama pengadilan,” paparnya.

Sidang Vonis, Ustadz Baasyir Larang JAT Orasi dan Teriak-teriak

JAKARTA– Hal lain yang membuat Baasyir yakin proses sidang vonisnya akan tetap aman, karena dia telah melarang anggota JAT untuk melakukan orasi dan teriak-teriak.

“Kemarin pengurus JAT Jakarta, namanya Firman, besuk Ustadz Abu. Ustadz Abu minta ke dia dan anggota JAT yang datang ke sidang untuk tertib dan jangan terpengaruh provokasi dari orang tak dikenal. Ustadz minta tidak orasi, hanya doa bersama,” papar Asisten Baasyir di Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Jawa Tengah, Hasyim Abdullah.

Baasyir percaya jika orasi dilakukan akan rentan disusupi pihak luar, yang akan memperburuk citra JAT.

“Jadi, kalau besok ada yang orasi, yang teriak-teriak, berarti itu orang luar yang sengaja,” jelasnya.

Hasyim mengaku belum mengetahui jumlah pendukung maupun anggota JAT yang datang ke sidang Baasyir.

“Jumlah yang mau datang belum jelas. Mungkin mereka datang terpisah-pisah dari luar Jakarta,” katanya.

Hasyim mengatakan bahwa istri Baasyir, Aisyah Baraja, dan dua anaknya, Abdurrohman dan Abdurrosyid, akan menghadiri langsung sidang pembacaan vonis ayah tercinta mereka.

“Tadi saya telpon istri ustadz, katanya sedang dalam perjalanan. Saya juga sudah komunikasi sama anaknya yang kedua Abdurrosyid dan yang ketiga Abdurrohman, mereka juga mau datang. Sepertinya kalau istri ustadz datang naik pesawat, karena beliau tidak kuat kalau perjalanan lama, sudah lemah,” ujarnya. tribunnews.com

Buat Web Toko Online
Mau Jadi Agen Afiliasi di jagoanstore.com? GRATIS 250rb Langsung Jadi Milik anda!

Baca Juga :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s