Survei: Mayoritas Pemuda Indonesia Muak dengan Kepemimpinan SBY-Boediono

JAKARTA – Rendahnya minat pemuda di perkotaan terhadap masalah politik menjadi kekhawatiran bagi masa depan Indonesia. Itu yang terungkap dalam survey terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI), FNS (Yayasan Freidrich Naumann)  dan Goethe Institut di Jakarta. Menurut LSI, rendahnya minat politik pemuda di kota besar dan besarnya pengidentifikasian diri dengan identitas agama wajib menjadi perhatian pembuat kebijakan.

Hasil survey yang dilabeli Pandangan Politik, Agama dan Gaya Hidup Kaum Muda Muslim Indonesia, Selasa (14/6) menjelaskan, sekira 2.500 remaja muslim Indonesia seumuran 15 sampai 25 tahun, pada sekisaran 11,7 persen meyakini memahami surat-surat di Qur’an.

Survey juga menemukan bukti baru bahwa sekitaran 47, 5 persen jumlah pemuda tersebut lebih nyaman dianggap sebagai muslim ketimbang sebagai warga negara Indonesia.

Dijelaskan Burhanuddin Muhtadi, Kepala Penelitian di LSI, penurunan minat terhadap dunia politik di kalangan pemuda Indonesia dikarenakan rendahnya kinerja pemerintahan. “Kita juga mendapatkan dari survei itu, kinerja pemerintah divonis makin buruk,” ujar Burhanuddin dalam diskusi.

Besarnya ketidakpercayaan terhadap negara dan pemerintahan (SBY) juga ditengarai Burhanuddin disebabkan karena mereka muak dengan merajalelanya praktek korupsi dan masalah kekerasan atas nama agama.

Selain itu, 72 persen dari responden dalam survei juga lebih mempercayai penyelesaian masalah dengan jalan kekerasan. Dan hanya sekira 39 persen saja yang merasa optimis dengan kondisi negara ini.

Diperkuat oleh Franz Xavier Agustin, Kepala Cabang Goethe-Insititut Indonesia, besarnya kecenderungan minat pemuda Indonesia mengakui identitas diri atas nama agama tidak akan menyebabkan kesadaran demokrasi di Indonesia menurun.

“Sebagai negara Islam terbesar di Asia Tenggara, Indonesia adalah laboratorium hidup dari demokrasi,” ujar Franz Xavier pada wartawan.

Hasil temuan survei yang dilakukan pada sejumlah pemuda kota dan pinggiran sejumlah kota-kota besar tersebut juga mengungkapkan temuan berdasarkan prosentase besar sekitar 60, 9 persen kecenderungan bahwa dalam iklim demokrasi yang baik partai oposisi wajib ada.

Dipaparkan juga oleh VeraJasni Putri, peneliti dari FNF, rendahnya minat pemuda muslim Indonesia terhadap masalah politik yang berkisar sekitar 23, 1 persen dari jumlah responden yang disurvei menunjukkan adanya pergeseran pengaruh kepemimpinan nasional.

“32, 2 persen responden menilai situasi ekonomi nasional saat ini buruk. Kita juga butuh sosok strong leader,” tambah Vera.

Turunnya minat terhadap kehidupan politik di Indonesia rupanya tidak menurunkan minat pemuda pemuda di kota-kota besar terhadap dunia internet. Dijelaskan dalam hasil survei tersebut, sekitar 22, 7 persen dari pemuda usia survei kedapatan memiliki minat mendapatkan informasi terhadap internet.(LI/ian) rimanews.com

Buat Web Toko Online
Mau Jadi Agen Afiliasi di jagoanstore.com? GRATIS 250rb Langsung Jadi Milik anda!

Baca Juga :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s