Nikah Siri Modus Baru Penjualan Manusia

Nikah Siri Modus Baru Penjualan ManusiaJAKARTA –Beragam cara digunakan sindikat perdagangan anak untuk melancarkan aksinya, tak terkecuali dengan menikahi secara siri korban, yang merupakan anak di bawah umur.

Kasus serupa ditemukan pada SY (15), gadis asal Cirebon, Jawa Barat, yang pada Selasa lalu (13/6/2011), diselamatkan Komnas Perlindungan Anak (komnas PA), dari sebuah rumah penampungan milik PT Agesa Asa Jaya, di kawasan Cileungsi, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Saat ditemui di kantor Komnas PA, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (15/06/2011), SY mengaku bahwa hingga ia bisa tertahan di tempat tersebut, adalah karena di jerumuskan oleh sang pujaan hati, Muhamad Ruhan Gunawan (22), yang ia nikahi secara siri pada Februari lalu.

Oleh laki-laki yang ia kenal sejak tiga tahun lalu itu SY mengaku usai dinikahi ia dibawa ke rumah Tatang, di kawasan Jakarta, untuk kemudian tinggal selama dua minggu. Padahal awalnya ia dijanjikan untuk dibawa ke rumah kediaman orangtua Ruhan, belakangan diketahui Tatang adalah sponsor untuk calon TKI.

Di tempat tersebut, ia diberikan uang sebesar Rp.3.500.000, namun sekitar Rp.3.000.000 dibawa kabur oleh Ruhan, ia akhirnya hanya menerima hanya Rp.500.000. Alhasil, ia pun kabur pulang ke Cirebon.

Oleh Ruhan, SY pun kembali diminta untuk bekerja ke luar negri, dan mengingatkan SY bahwa istri harus ikut apa kata suami, karena hal tersebut adalah demi kepentingan bersama.

Perempuan itu pun kembali diajak ke penampungan, kali ini ia dibawa ke kawasan Cileungsi, untuk mingikuti pelatihan sebagai calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI), untuk bekerja di Singapura.

Hingga bisa masuk ke penampungan, SY mengaku telah memalsukan data diri, terutama adalah masalah umur. Selain itu, sang suami yang ia nikahi secara siri itu memberikan rekomendasi dan izin kepada perusahaan penyalur Jasa TKI, untuk memberangkatkan SY.

Selama beberapa bulan, SY mengaku sang suami tidak sekalipun mengunjunginya. Sadar akan dirinya yang dimanfaatkan, iapun meminta kepada keluarganya untuk menjemput dirinya.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa sesuai dengan peraturan Kemenakertrans yang baru, sang suami siri itu dapat memberikan rekomendasi dan izin kepada perusahaan penyalur tenaga kerja.

“Kami menduga ini adalah modus baru untuk perdagangan manusi, kemungkinan besar masih banyak korban lainnya,” kata Arist.

Lebih lanjut Arist menjelaskan, bahwa selama menikah dengan Ruhan, SY sama sekali tidak pernah menyentuh sang istri. Di duga niat Ruhan untuk menikahi SY adalah untuk dijual demi uang.

Berdasarkan keterangan SY, diketahui juga Ruhan ternyata sudah menikah lagi dengan seorang anak di Cirebon, Jawa Barat. Arist menduga bahwa Ruhan juga telah menjerat sejumlah anak, untuk dijual kepada perusahaan penyalur jasa tenaga kerja.

Arist juga mengaku bahwa pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak Kepolisian, terutama dengan Polsek Gunung Putri, untuk melacak keberadaan Ruhan, dan mengungkap korban-korban lainnya.

Menurut Arist, Ruhan dapat dikenakan pasal 86 undang-undang nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. tribunnews.com

Buat Web Toko Online
Mau Jadi Agen Afiliasi di jagoanstore.com? GRATIS 250rb Langsung Jadi Milik anda!

Baca Juga :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s